Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Agustus 2011

TIPS - Yang Harus Dilakukan Setelah Berolahraga

Setelah berolahraga maka tubuh perlu waktu untuk memulihkan kondisinya agar kembali normal. Untuk itu ada beberapa hal yang bisa dilakukan setelah berolahraga. Apa saja itu?

Otot membutuhkan waktu 24-48 jam untuk memperbaiki dan membangun jaringan kembali, jika seseorang melakukan olahraag secara terus menerus makan bisa menyebabkan kerusakan. Karenanya proses pemulihan merupakan suatu hal yang penting agar tubuh siap melakukan latihan kembali.

Tapi jika otot tidak diberikan waktu yang cukup untuk memulihkan diri sebelum latihan kembali, maka otot bisa menjadi lebih kecil serta jaringan tidak bisa kembali ke bentuk semula.

Waktu pemulihan (recovery) adalah hal yang penting dilakukan setelah olahraga untuk bisa mempertahankan rutinitas tersebut. Berikut ini adalah beberapa hal yang penting dilakukan setelah berolahraga, seperti dikutip dari Lifemojo, Jumat (12/8/2011) yaitu:

1. Melakukan peregangan
Peregangan yang dilakukan setelah berolahraga bisa membuat otot menjadi hangat dan lebih elastis, serta meningkatkan fleksibilitas untuk memaksimalkan berbagai gerakan sendi.

2. Beristirahat
Istirahat atau cool down adalah cara terbaik untuk memulihkan tubuh setelah berolahraga. Beristirahat dan menunggu beberapa saat setelah latihan memungkinkan tubuh melakukan proses perbaikan dan pemulihan.

3. Meditasi
Meditasi yang dilakukan setelah olahraga membuat tubuh menjadi rileks, mengurangi stres dan menenangkan pikiran.

4. Mandi
Setelah keringat kering, mandilah menggunakan air hangat selama 3-4 menit lalu air dingin selama 1 menit. Air hangat akan mendorong pembuluh darah untuk meluas dan air dingin untuk menyempitkan kembali.

5. Nutrisi setelah berolahraga
Setelah menguras banyak energi, maka tubuh perlu bahan bakar kembali untuk memulihkan dan memperbaiki jaringan menajdi lebih kuat. Idealnya seseorang makan dalam waktu 60 menit sejak olahraga berakhir dengan mengonsumsi protein tinggi dan karbohidrat kompleks.

6. Mengganti cairan
Minum air adalah hal yang penting sebelum, selama dan setelah latihan. Para ahli biasanya menyarankan minum 2-3 gelas dalam waktu 2 jam setelah olahraga meskipun tubuh tidak terasa haus.

7. Melakukan pemijatan
Pijat bisa membuat sirkulasi menjadi lebih baik dan membuat tubuh menjadi rileks. Pijat olahraga yang dilakuakn secara teratur adalah hal penting, sebaiknya dilakukan sebulan seka

TIPS - Cara Membuat Telur Rebus Bentuk Hati

- Telur Rebus
- Sumpit
- Karton dari Kotak Susu
- Karet Gelang

TIPS - Buat Pengharum Ruangan Sendiri Yuk!

VIVAnews - Ingin rumah Anda selalu beraroma segar? Tak melulu harus mengandalkan pengharum ruangan elektrik atau pengharum dalam kemasan yang banyak dijual di pasaran. Anda bisa membuatnya sendiri.

Cara sangat mudah dan tentunya lebih murah, karena menggunakan bahan-bahan yang sudah tersedia di rumah. Coba saja Anda membuat pengharum ruangan sendiri untuk membuat aroma rumah menjadi lebih wangi dengan cara berikut, yang dilansir dari Reader's Digest Magazine.

Bahan :
1 sendok teh baking soda
1 sendok makan perasa jeruk lemon
2 gelas air (500 mililiter)

Cara membuat :
1. Campurkan semua bahan dalam mangkuk. Diamkan hingga campuran bahan mengeluarkan busa. Setelah busanya perlahan menghilang, aduk rata.

2. Tuang campuran ke dalam botol semprot. Semprotkan pada ruangan untuk memunculkan aroma segar.

3. Agar lebih maksimal, Anda bisa menyemprotkan dua hingga tiga kali sehari. Baik lemon dan baking soda, bersifat menyerap bau. Jadi, kedua bahan memang sangat bisa diandalkan untuk menghilangkan aroma tak sedap dalam rumah.

Jumat, 15 Juli 2011

6 Cara Mengetahui Keaslian Emas


detik.com - Salah satu investasi yang menjanjikan adalah emas. Bagaimana tidak, harga emas tiap tahunnya meningkat.

Disinilah keuntungannya, ketika Anda memiliki emas dan ingin menjualnya, maka Anda mendapatkan keuntungan yang berlipat. Paling menguntungkan berinvestasi emas koin dan batangan, dibanding emas perhiasan. Karena emas perhiasan harganya bisa turun jika dijual kembali.

Masalahnya Anda perlu mengetahui keaslian emas. Dilansir dari WikiHow, penyelidikan tahun 2004 mengungkapkan, lebih dari setengah dari 22 toko di seluruh Amerika Serikat menjual emas palsu. Standar Amerika, emas palsu adalah emas yang berkadar kurang dari 10 karat. Berikut ini cara untuk mengetahui keaslian emas.

Cek Kadar Karat
Kemurnian emas bisa dicek dari kadarnya. Kadar emas dinyatakan dalam karat. 24 karat merupakan emas yang paling murni. Emas 24 karat berkomposisi 99,00 – 99,99%, 23 karat berkomposisi 94,80 – 98,89%, 22 karat berkomposisi 90,60 – 94,79%. Emas 21 karat berkomposisi 86,50 – 90,59%, 20 karat berkomposisi 82,30 – 86,49%. Sedangkan emas 19 karat berkomposisi 78,20 – 82,29% dan 18 karat berkomposisi 75,40 – 78,19%.

Surat dari Antam (Aneka Tambang)
Untuk di Indonesia, keabsahan emas bisa dilihat dari sertifikat yang dikeluarkan oleh PT Aneka Tambang, Tbk. Jika tidak memiliki surat ini, maka Anda perlu berhati-hati karena memungkinkan jika emas palsu.

Gosoklah Emas pada Keramik
Dilansir dari WikiHow, untuk mengetes emas coba digosokkan pada keramik. Bila lapisan emas digosokkan dan terdapat goresan hitam, maka sudah dipastikan emas tersebut palsu. Namun, jika tidak berubah warna dan tidak terdapat goresan maka kemungkinan emas asli.

Cek pada Magnet
Emas tidak memiliki daya magnet, jadi jika emas di dekatkan ke magnet dan saling tarik-menarik, maka bisa dikatakan emas palsu. Jika tidak bereaksi pada magnet, belum tentu juga emas itu asli. Karena mungkin saja terbuat bahan non-magnetik.

Berat tapi Lembut
Meskipun lembut, emas asli memiliki bahan yang padat dan berat. Jika emas batangan atau koin terasa ringan, maka bisa saja emas itu palsu.

Alat Pengetes Emas
Alat elektronik ini bisa dibeli, namun harganya cukup mahal. Alat pengetesan emas terdapat di toko emas dan pegadaian, Anda bisa mengeceknya di sana dengan membayar sejumlah uang. Tidak ada ruginya mengeluarkan sedikit uang demi mengetahui keaslian emas.

Kamis, 14 Juli 2011


Barang-barang elektronik yang terkena benda cair dalam keadaan masih aktif atau menyala, dapat menyebabkan konslet.
Tapi jangan takut, ada beberapa cara untuk meminimalis kerusakan pada handphone Anda.
Bisa jadi masih ada kemungkinan untuk berfungsi lagi atau dengan kondisi paling buruknya, data dan kontak Anda masih bisa di selamatkan.

1. Lepas baterai secepatnya.

Jika ponsel masih dalam keadaan online, jangan ragu untuk segera mematikannya. Jika baterai tidak bisa dengan mudah dilepaskan, setidaknya segera matikan secepat mungkin. Keluarkan SIM card-nya juga.



2. Jika sudah melepas baterai sebagai sumber tenaganya, lepaskan bagian-bagian ponselnya.

Lepaskan pelindung plastiknya, kalau ada yang memakai sekrup gunakan obeng yang dipakai kacamata untuk membukanya. Coba lihat di balik stiker jika ada sekrup yang tidak terlihat.

3. Cuci ponselnya
Hal ini dilakukan jika handphone jatuh ke air asin atau yang berklorin, dimana jenis cairan itu bisa lebih mudah menyebabkan konsleting dan karat daripada air bersih. Gunakan cairan pembersih rangkaian elektronika untuk mencuci dalamnya. Sebagai alternatif, Anda bisa menggunakan alkohol.

4. Anginkan ponsel selama beberapa jam di jendela yang terkena sinar matahari atau daerah hangat lainnya.
Jangan gunakan hair dryer, karena panas yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan yang lebih parah.
Kemudian masukkan ponsel ke dalam mangkuk atau kantung plastik yang berisi penuh beras yang belum dimasak. Tutup mangkuk rapat-rapat dengan bungkus plastik atau jika menggunakan kantung plastik pastikan itu bisa dibuka tutup. Beras akan menyerap kelembaban dan membantu proses penguapan. Hindari sinar matahari langsung untuk mencegah terjadinya pengembunan. Biarkan ponsel dalam keadaan tertutup itu setidaknya beberapa hari. Jika benar-benar perlu menelpon, gunakan SIM card ke handset lain.

5. Angkat Handphone Dari Mangkuk atau Kantung Plastik.
Gunakan kaleng yang berisi udara terkompresi untuk secara lembut meniup debu peninggalan dari beras. Tekan tombolnya dalam beberapa rangkaian tiupan yang yang cepat, jangan terus menekannya. Pasang kembali ponsel dan Sim Card. Kemudian coba hidupkan.

6. Jika ponsel tidak mau hidup,
kemungkinan Anda kurang beruntung.SIM card masih menyimpan contact Anda dan bisa Anda pindah ke ponsel yang baru. Atau coba bawa ponsel rusak Anda itu ke teknisi, kemungkinan contact masih bisa diselamatkan.

Minggu, 10 Juli 2011

Candu Kartu Kredit


okezone - Juli ini adalah “bulan kebobolan”. Kenapa saya sebut begitu? Karena, setelah musim liburan anak sekolah bulan lalu, di mana seluruh anggota keluarga royal berbelanja selama liburan, kini saatnya para orang tua “cuci-cuci piring”.

Banyak dari ibu-ibu yang kaget karena tanpa disadari duitnya habis tersedot belanja liburan.Banyak bapak-bapak yang takjub melihat tagihan kartu kreditnya membengkak bukan kepalang. Akibatnya bisa diduga, bulan Juli ini sekaligus adalah “bulan prihatin”atau “bulan tiarap berbelanja”.

Seperti saya tulis minggu lalu, masa liburan adalah masa-masa di mana kita begitu royal mengeluarkan uang dengan berbelanja. Di masa liburan, bawaannya kita ingin belanja, belanja, dan belanja (saya sebut “hantu 3B”).Momentumnya pas karena di saat kita lagi seru-serunya ingin berbelanja, toko, mal, atau department store berlomba-lomba menawarkan diskon.

Tak hanya itu,saat kita berlibur (ke Bali,ke Trans Studio Bandung,atau ke Universal Studio Singapore) “hantu 3B” bergentayangan menghipnosis akal sehat kita. Karena hantu modern ini,kita seperti kesurupan berbelanja. Celakanya, nafsu belanja yang kepalang besar sering kali membutakan mata dan hati kita pada kemampuan dompet kita.

Pokoknya hantam dulu dengan jurus 3B dan lupakan yang lain. Di masa liburan,yang penting kita bisa memanjakan nafsu 3B dan melupakan isi dompet. Kalau perlu, keluarkan jurus sakti lain, yaitu “jurus kartu kredit”alias ngutang.

Dalam banyak kesempatan menjelaskan Consumer 3000 atau konsumen kelas menengah (middle class consumers) saya sering mengatakan bahwa kartu kredit kini sudah menjadi “mass luxury” bagi konsumen kelas menengah Indonesia. Saya sebut mass luxury karena kartu kredit kini sudah tidak menjadi barang mewah lagi.

Kini begitu banyak ibu-ibu dari kelompok konsumen ini sudah memilikinya untuk berbelanja kebutuhan sehari- hari: belanja di Carefour, kredit lemari es atau mesin cuci, membeli baju bapak di Matahari ,atau membayar les piano anak-anak. Begitu juga bapak-bapaknya, mulai kecanduan kartu kredit untuk membeli buku atau CD, nongkrong di kafe,atau kredit iPad 2.

Agar nyambung dengan tulisan saya minggu lalu mengenai “hantu 3B”, dalam tulisan minggu ini saya ingin mengungkapkan sedikit fakta mengenai penyakit modern yang mulai merasuki konsumen kelas menengah Indonesia (yup, Consumer 3000), yaitu penyakit “kecanduan kartu kredit”. Berikut ini beberapa fakta dari pengamatan on the spot saya terhadap pengguna kartu kredit, termasuk pengamatan terhadap diri saya sendiri.

Tutup Mata

Orang yang kecanduan kartu kredit umumnya “tidak sensitif” terhadap sejumlah uang yang ia keluarkan saat berbelanja memakai kartu kredit. Karena pola pikir “buy now, pay later”, mereka cenderung “tutup mata” terhadap sejumlah uang yang mereka belanjakan. Ini berbeda kalau kita berbelanja dengan uang kertas yang sesungguhnya (cash).

Ketika kita membayar belanjaan dengan uang kertas di tangan, maka kita akan “merasakan” bahwa sejumlah uang kita melayang. Akibatnya, kita pun masih punya intensi untuk mengekang atau ngirit berbelanja. Hal terakhir ini yang tidak didapati pada orang yang sudah kecanduan kartu kredit.

Studi mengenai perilaku berbelanja para pengguna kartu kredit di Hong Kong menghasilkan temuan yang menarik. Rupanya, orang-orang yang berbelanja menggunakan kartu kredit cenderung sulit mengingat berapa jumlah uang yang telah mereka belanjakan. Studi itu menunjukkan, hanya 35 persen saja dari responden yang masih ingat berapa jumlah pasti dari uang yang telah mereka belanjakan.

Decoupling

Kartu kredit menjadikan aktivitas berbelanja seolah-olah “terlepas”dari aktivitas membayar. Inilah yang di kalangan behavioral economist disebut sebagai fenomena “decoupling” atau keterlepasan.Ketika kita menggunakan uang kertas, maka aktivitas berbelanja dan aktivitas membayar itu “terkait” karena kedua aktivitas tersebut dilakukan bersamaan saat bertransaksi (begitu kita mendapat barang, kita langsung membayar).

Dalam kasus membayar dengan kartu kredit, dua aktivitas itu seolah terlepas karena di mal kita berbelanja dan mendapatkan barangnya tapi membayarnya dilakukan sebulan kemudian saat datang tagihan.Celakanya lagi kalau yang membayar tagihan itu bukan kita, tapi istri kita.

Fungsi dasar kartu kredit inilah yang membentuk budaya belanja “buy now, pay later”, sebuah budaya yang membentuk kita menjadi “pembelanja berdarah dingin” karena tak punya empati terhadap kembangkempisnya isi kantong kita.

Spent More... Perfect Impulse Buyer

Orang yang kecanduan kartu kredit cenderung berbelanja lebih banyak dan lebih royal. Mereka lebih gampang terkena pengaruh impulse buying karena adanya iklan atau gimmick promosi di mal. Ketika kecanduan kartu kredit ini sudah demikian akut, maka kebanyakan dari mereka mulai terjangkit mentalitas berbelanja “pokoknya harus beli sekarang juga!”.

Maksudnya, ketika mereka sudah menemukan barang yang diidamkannya, mereka menjadi kalap dan tanpa kompromi untuk membelinya saat itu juga. Tentu dengan menggunakan “senjata ampuh” kartu kredit, tanpa peduli sedikit pun terhadap beban tagihan di kemudian hari.

Budak “The Latest & The Greatest”

Dalam banyak kasus, konsumen yang sudah kecanduan kartu kredit biasanya juga menjadi (mohon maaf) “budak” dari produk-produk terbaru dan terhebat. Mereka biasanya berikrar: “Saya harus membeli barang ini karena barang ini lebih baru, lebih cool, lebih besar, lebih canggih, lebih stylist, lebih...”

Belum lama (sekira setahun) kita beli iPad,eh iPad 2 yang lebih cool, lebih canggih, lebih tipis, lebih banyak fitur, lebih lama baterainya, dan lebih-lebih yang lain, nongol di toko. Pada saat itulah kita berikrar sambil bersumpah: “Saya harus beli yang ini!”

Awas OKB Gadungan!

Kalau penyakit kecanduan kartu kredit di atas menjangkiti OK (orang kaya) atau OKB (orang kaya baru) tentu tak masalah karena mereka banyak duit. Menjadi celaka ketika penyakit tersebut menjangkiti “OKB gadungan”. Yang saya maksud “OKB Gadungan” adalah orang-orang yang perilaku berbelanjanya sudah berlagak OK/OKB tapi sesungguhnya dari sisi isi kantong belum masuk standar OK/OKB.

Takutnya, keuangan para “OKB gadungan” ini lebih besar pasak daripada tiang. Kalau sudah begitu, takutnya lagi banyak dari kartu kredit mereka akan default alias tak mampu bayar. Di era Consumer 3000 saat ini, saya memprediksikan para “OKB Gadungan” ini akan banyak bermunculan di Indonesia,karena itu berhati-hatilah!

Melalui artikel ini, saya bukannya melarang Anda semua menggunakan kartu kredit karena kalau begitu saya akan digebuki semua bank di negeri ini. Saya hanya menyentil Anda semua, para Consumer 3000,agar lebih bijak menggunakan kartu kredit. Untuk tahu lebih jauh tentang Consumer 3000, silakan cek di www.yuswohady.com.

sumber : YUSWOHADY ( Pengamat Bisnis dan Pemasaran)

Selasa, 05 Juli 2011

TIPS Ramuan Alami Ini Penjaga Mata Cerah

Ramuan Alami Ini Penjaga Mata Cerahra 
Mata yang segar dan berbinar menjadi daya tarik tersendiri bagi penampilan. Namun kurang tidur, asap rokok, hingga berjam-jam menatap layar komputer bisa membuat mata terlihat lelah dan sembab.
Mata merupakan indera yang lebih berharga dari perhiasan mana pun, itu sebabnya jagalah agar ia senantiasa cerah dan sehat.
Yuk, buat mata berbinar kembali dengan ramuan alami dari kulkas ini.

1. Kompres dingin
Bila mata Anda terasa gatal dan merah, cobalah resep sederhana berikut ini: celupkan handuk kecil ke dalam air dingin dan kompres mata hingga handuknya terasa hangat. Ulangi hingga gatalnya mereda.

2. Basuh dengan air dingin
Basuhlah mata dengan air dingin beberapa kali dalam sehari. Terapi ini akan mengurangi inflamasi, melembabkan mata, merilekskan mata dan mengatasi mata lelah.

3. Potongan mentimun dan susu dingin
Salah satu cara paling mudah untuk mengembalikan kesegaran mata adalah dengan membuat masker mentimun atau kentang. Potong bundar lalu letakkan di mata sekitar 15 menit. Cara lain, celupkan kapas ke dalam susu dingin lalu kompres mata.

4. Sendok dingin untuk mata bengkak
Simpanlah sendok ke dalam freezer selama beberapa menit lalu saat masih dingin, tepuk-tepuk area sekitar mata yang bengkak.

5. Strowberi untuk mata lelah
Ambil beberapa strowberi dan simpanlah di dalam kulkas selama beberapa menit lalu letakkan di kelopak mata. Cukup ampuh untuk mata yang lelah.

6. Kantong teh
Didihkan air dalam wadah kecil dan taruhlah dua kantong teh celup. Setelah mendidih sekitar 5 menit, dinginkan. Setelah itu letakkan kantong teh di kelopak mata selama beberapa menit hingga mata terasa rileks. Cara ini juga efektif untuk mengurangi lingkaran hitam, bengkak, serta mengurangi kelelahan pada mata.

Senin, 20 Juni 2011

Tips Tetap Langsing Walau Makan Banyak


detik.com - Salah satu tantangan paling sulit saat menjalani diet dan mendapatkan bentuk tubuh ideal adalah mengontrol rasa lapar. Lapar yang berlebihan, justru akan memicu seseorang mengonsumsi makanan tinggi kalori lebih banyak.

Sebenarnya, makan dengan porsi besar bukanlah masalahnya. Tapi, seberapa tinggi jumlah kalori yang terkandung dalam makanan tersebut. Misalnya, satu potong kue cokelat bisa saja mengandung kalori lebih banyak dibandingkan satu mangkok besar salad sayuran dengan dressing balsamic vinegar.


Hal yang harus Anda perhatikan adalah, setiap makanan memiliki jumlah kalori tertentu pada volume konsumsi tertentu yang disebut kepadatan energi. Berbagai jenis hidangan penutup seperti pudding, cokelat, satu scoop es krim atau es buah cenderung memiliki kepadatan energi yang tinggi. Artinya, meski dikonsumsi dalam jumlah kecil, sebenarnya makanan tersebut memiliki jumlah kalori yang besar.

Sementara jenis makanan seperti sayur dan buah termasuk makanan dengan kepadatan energi rendah. Hal ini berarti, makanan tersebut berjumlah banyak atau berukuran besar, tapi memiliki kalori yang rendah. Sehingga untuk mencukupi kebutuhan energi, perlu dikonsumsi dalam porsi besar. Itulah sebabnya, sayur, buah dan produk gandum utuh sangat disarankan untuk berdiet karena Anda bisa mengatasi rasa lapar dengan makan banyak, tapi tetap bisa mengontrol berat badan.

Bagaimana membedakan makanan dengan kepadatan energi tinggi dan rendah?
Anda bisa mengetahuinya dengan membaca informasi nilai gizi yang biasanya terdapat pada kemasan produk. Mulai dengan membandingkan besar takaran saji dalam ukuran gram dan jumlah kalori.
* Jika kalori lebih rendah daripada berat takaran saji (gram), itu berarti makanan tersebut memiliki kepadatan energi rendah.
* Jika jumlah kalori sama, atau dua kali lebih banyak dari takaran saji, berarti Anda harus mengontrol konsumsinya dan memerhatikan besar porsi.
* Jika jumlah kalori tiga kali lebih banyak dari takaran saji, sebaiknya Anda mengurungkan niat untuk memakannya.

Kenapa memerhatikan kepadatan energi pada makanan sangat penting?
Ahli Diet Julie Upton menjelaskan, makanan dengan kepadatan energi tinggi tidak hanya mengandung banyak kalori. Beberapa penelitian menunjukkan, makanan padat energi tinggi juga tinggi kandungan lemak jenuh dan lemak trans. Makanan jenis ini juga mengandung sangat sedikit serat.

Studi lain yang dilakukan para peneliti dari Penn State University menemukan, wanita yang hanya mengonsumsi makanan dengan tingkat kepadatan energi rendah selama enam tahun, berat badannya hanya bertambah 2,7 kg. Sementara wanita yang mengonsumsi makanan padat energi tinggi, menambah berat badannya hingga 6,35 kg dalam enam tahun.

Maka dari itu, sangat penting membaca terlebih dulu informasi nilai gizi pada kemasan makanan sebelum Anda mengonsumsinya. Dikutip dari Health, berikut ini beberapa contoh makanan dengan kepadatan energi tinggi/rendah.

Kepadatan energi rendah:
- Buah dan sayur
- Sup kaldu ayam
- Beras merah, oatmeal, roti dan pasta dari gandum utuh
- Makanan mengandung banyak air

Kepadatan energi tinggi:
- Kraker, biskuit, cookie
- Minyak sayur
- Gorengan
- Makanan manis dan hidangan penutup (es krim, pudding krim, cake cokelat).

Minggu, 29 Mei 2011

Tips Memilih Asuransi (2)

  1. Tentukan manfaat kesehatan yang diperlukan, seperti misalnya : Rawat Inap, Pembedahan, Obat2an, Rawat Jalan, dll..
  2. Cek, apakah bisa klaim ganda (double claim)
  3. Hindari membeli asuransi kesehatan berlebihan, ini terutama bila Anda mendapat penggantian dari tempat bekerja yang cukup lumayan.
  4. Berapa lama masa pembayaran premi ?
  5. Sampai usia berapa Anda bisa diproteksi berhubungan dengan masa pembayaran premi yang Anda lakukan.
  6. Prosedur klaim asuransi kesehatan, apakah dengan sistem reimburse atau cashless ( menggunakan kartu provider )
  7. Ketahui daftar rumah sakit yang menjadi rekanan bila menggunakan sistem cashless
  8. Perhatikan segala hal mengenai pengecualian dan masa tunggu suatu penyakit yang bisa diklaim.
  9. Jika memungkinkan minta referensi beberapa klaim dari perusahaan asuransi tersebut
  10. Pastikan agen asuransi Anda dapat diandalkan.

Tips Memilih Asuransi Jiwa

“Hidup penuh dengan ketidakpastian, namun kematian adalah salah satu hal yang pasti akan terjadi dalam hidup kita tanpa diragukan lagi …..’

Menurut sebuh penelitian manusia saat ini bisa diharapkan hidup sampai usia 120 tahun, bahkan setiap tahun diseluruh dunia mungkin sekitar 3000 orang merayakan ulang tahunnya yang ke 100, tetapi tidak semua orang bisa hidup selama itu. Kebanyakan dari kita mungkin meninggal lebih awal dalam kecelakaan di tempat kerja, kecelakaan di jalan atau kerena sakit. Masalahnya risiko terjadinya kematian ini tidak saja berdampak psikologis karena kehilangan orang yang dicintai, lebih jauh lagi risiko kematian juga bisa mengakibatkan kerugian finansial apabila terjadi pada sang pencari nafkah. Bagi kebanyakan keluarga pada umumnya kematian dari sang pencari nafkah , maka tidak terhindarkan selanjutnya akan mengalami kesulitan keuangan sejalan dengan terhentinya penghasilan keluarga.

Bagi Anda yang ingin menghindari situasi keuangan yang tidak menyenangkan ini, maka jawabannya adalah dengan melakukan antisipasi risiko kerugian finansial tersebut dengan cara membeli asuransi jiwa, yang akan membayar sejumlah uang ganti rugi ketika orang yang diasuransikan meninggal dunia. Mengantisipasi kerugian finansial dengan cara membeli asuransi jiwa penting dilakukan bagi tiap orang yang memiliki tanggungan, terutama bagi mereka yang sudah menikah apalagi jika pasangannya tidak mempunyai penghasilan , ditambah lagi mereka sudah memiliki anak-anak . Sebab memiliki asuransi jiwa sebagai bagian dari perencanaan keuangan keluarga Anda berarti memastikan bahwa orang-orang yang hidupnya bergantung kepada Anda secara finansial tidak akan mengalami kesulitan keuangan jika Anda meninggal.

Namun membeli asuransi jiwa juga tidak semudah sebagaimana mestinya. Banyak sekali produk asuransi jiwa yang ditawarkan saat ini dipasaran , sayang sekali beberapa diantaranya tidak memberikan manfaat yang maksimal sesuai dengan uang yang kita keluarkan.

Siapa yang Membutuhkan Asuransi Jiwa
Siapapun yang memiliki tanggungan, atau jika ada orang lain yang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya tergantung dari penghasilan Anda . Akibatnya jika Anda meninggal dan otomatis penghasilan juga terhenti, maka orang tersebut akan kesulitan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Hampir sebagian besar kebutuhan proteksi penghasilan dari risiko kematian timbul ketika seseorang menikah dan memiliki anak. Pada saat inilah kematian dari orang tua atau pencari nafkah utama bisa menyebabkan kerugian finansial yang sangat serius. Sudah selayaknya tindakan antisipasi risiko yang dilakukan tersedia pada saatnya kapanpun risiko kematian terjadi dan juga mampu menggantikan penghasilan yang hilang akibat meninggalnya si pencari nafkah. Semakin banyak tanggungan Anda, , maka semakin besar pula jumlah uang pertanggungan yang dibutuhkan.

Selain alasan tadi maka asuransi jiwa sebaiknya juga diambil oleh Anda yang memiliki kewajiban cicilan hutang, terutama hutang dalam jumlah besar dengan jangka waktu pembayaran yang panjang seperti cicilan kredit rumah atau cicilan kredit mobil. Asuransi jiwa yang diambil secara khusus memang dirancang untuk bisa mengcover jaminan pelunasan hutang sisa hutang , jika Anda sebagai penghutang meninggal dunia. Dengan demikian jika terjadi risiko kematian pada Anda , seharusnya tidak meninggalkan keluarga atau pasangan dan anak-anak Anda dalam kewajiban pembayaran hutang.

Berapa Besarnya Uang Pertanggungan
Idealnya uang pertanggungan yang diberikan pihak asuransi seyogyanya bisa menggantikan penghasilan sebelumnya sehingga pengeluran keluarga seterusnya bisa tercover. Namun untuk mencapai kondisi ideal tersebut tentunya dibutuhkan sejumlah uang pertanggungan yang bisa jadi sangat besar, akibatnya pembayaran preminya semakin mahal. Mau tidak mau kita harus bersikap realistis dalam menentukan besarnya uang pertanggungan.


Misalnya, untuk sebuah keluarga muda maka yang penting proteksi dilakukan sedini mungkin dan tidak perlu memaksakan diri mengambil asuransi dengan uang pertanggungan yang besar. Tetapi sebaiknya berpatokan pada berapakah nilai minimum untuk keluarganya supaya bisa survive. Contoh , seseorang pria yang baru menikah memperkirakan bahwa dengan modal Rp 20 juta, istrinya bisa menghidupi dirinya dengan memulai sebuah usaha kalau sampai dirinya mengalami kematian. Karena itu pria tersebut bisa membeli asuransi dengan uang pertanggungan Rp 20 juta. Jadi tidak perlu jor-joran menyisihkan penghasilan untuk asuransi. Jangan lupa , masih banyak kebutuhan rumah tangga lainnya yang harus dibiayai, belum lagi harus menabung untuk kebutuhan masa depan.


Untuk asuransi juga bisa dibeli bertahap, jadi tidak perlu semua sekaligus. Contoh: kembali di atas, sebelum memiliki anak keluarga muda tadi cukup mengambil asuransi dengan uang pertanggungan Rp 20 juta. Berikutnya setelah punya anak, barulah dievaluasi kembali berapakah kebutuhan keluarganya dalam jangka panjang setelah adanya anak, misalnya 18 tahun ke depan atau sampai si anak selesai masa sekolahnya. Dengan demikian pria tadi cukup membeli asuransi untuk kebutuhan dalam jangka waktu itu . Kemudian waktu anak berikutnya lahir, kembali dihitung berapa kebutuhan keluarga sekarang setelah lahirnya anak ke 2 , Paling tidak uang pertanggungan tadi cukup bisa membantu pasangan atau istri yang ditinggalkan untuk bisa menghidupi keluarga. Buat sebuah keluarga muda , kematian salah satu dari mereka berarti pasangannya harus mencoba untuk mempertahankan standar hidup keluarga seterusnya, paling tidak sampai anak yang terkecil bisa mandiri secara finansial. Jadi besarnya uang pertanggungan yang realistis itu harus ada, walaupun tidak bisa memenuhi semua kebutuhan rumah tangga sebesar sebelumnya.


Besarnya uang pertanggungan tergantung dari beberapa faktor seperti umur, jumlah tanggungan, penghasilan rutin, dan berapa banyak hutang yang dimiliki. Sebuah keluarga muda bisa jadi membutuhkan uang pertanggungan lebih besar , daripada pasangan yang berusia 40 atau 50 tahun dimana kemungkinan anak-anaknya sudah mandiri. Ketika anak-anak sudah bisa mempunyai penghasilan sendiri, keharusan orang tua untuk memiliki sejumlah uang pertanggungan asuransi jiwa semakin berkurang. Pada saat inilah besarnya uang pertanggungan bisa dikurangi

Bukankah Ada Beberapa Jenis Asuransi Jiwa?
Betul sekali, memang ada beberapa jenis asuransi jiwa. Jadi Anda memang harus membelinya yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Jenis-jenis asuransi jiwa antara lain :
Asuransi Jiwa Berjangka ( term life insurance )adalah jenis asuransi jiwa dimana kontrak asuransinya berlangsung selama jangka waktu tertentu. Apabila terjadi risiko kematian selama kontrak asuransi berlangsung, maka pihak asuransi akan membayar sejumlah uang pertanggungan kepada ahli waris anda. Namun, apabila tidak terjadi risiko kematian selama kontrak asuransi berlangsung maka Anda tidak mendapatkan nila tunai apapun baik berupa uang pertanggungan maupun pengembalian dari premi yang sudah dibayar. Tidak ada unsur tabungan maupun investasi dalam asuransi berjangka. Karena itu asuransi jiwa berjangka memang diambil hanya untuk proteksi saja.
Asuransi Jiwa Dwi Guna ( endowment ), asuransi jiwa jenis ini hampir sama dengan asuransi jiwa berjangka yang bisa diambil selama jangka waktu tertentu. Bedanya , asuransi jiwa Dwi Guna menjamin pemberian uang tunai yang besarnya bisa sejumlah uang pertanggungan atau sejumlah pengembalian premi yang sudah dibayar berikut hasil investasinya. Sejumlah nilai tunai tersebut tetap akan diberikan tidak peduli terjadi risiko kematian atau tidak. Yang pasti jika terjadi risiko kematian maka pihak asuransi akan membayar uang pertanggungan, jika tidak terjadi risiko kematian , pihak asuransi juga tetap akan membayar sejumlah nilai tunai pada akhir kontrak asuransi. Dengan demikian karena yang dibayar bukan cuma proteksi saja tetapi berikut setoran tabungan, maka premi asuransi jiwa Dwi Guna menjadi lebih mahal dibandingkan asuransi Jiwa Berjangka.
Asuransi Jiwa Seumur Hidup ( whole life insurance ), sama seperti asuransi jiwa Dwi Guna yang menggabungkan unsur proteksi dengan tabungan dan investasi menjadi satu, namun jangka waktu atau kontrak asuransinya berlangsung seumur hidup ( biasanya berlangsung sampai Anda berusia 99 tahun ). Akibatnya premi asuransi jiwa seumur hidup lebih mahal daripada asuransi jiwa berjangka juga lebih mahal dari premi asuransi jiwa Dwi Guna. Sebab selain mendapat sejumlah nilai tunai berikut hasil pengembangan dananya , keuntungan proteksinya juga berlangsung seumur hidup.

Asuransi Jiwa Jenis Apa yang Sebaiknya Dipilih?
Asuransi jiwa sebenarnya dibeli dengan tujuan mengantisipasi risiko tidak terbayarnya kebutuhan hidup seseorang atau sebuah keluarga karena terhentinya penghasilan keluarga akibat meninggalnya pencari nafkah. Dengan demikian asuransi jiwa itu adalah sifatnya proteksi dan bukan tabungan. Tabungan itu hanya sebagai pelengkap. Jadi kalau ada yang menawarkan asuransi jiwa sekaligus menabung , sebenarnya kurang tepat. Kita pakai saja contoh shampo. Sekarang banyak yang menjual shampoo 3 in 1 dan laris , sebab praktis hanya 1 kemasan . Tapi kita hanya mendapat shampoo 1/2 bagian dan conditioner pun 1/2 bagian kan ? Alhasil tabungan yang dilakukan melalui asuransi jiwa bisa jadi tidak maksimal hasilnya karena tidak seluruh dana yang kita setorkan ditabung atau diinvestasikan kembali, karena ada bagian yang dibayarkan untuk membayar proteksiya.

Karena itu asuransi jiwa sebagai proteksi seharusnya memiliki konsep yang sederhana dan mudah dimengerti yaitu, perusahaan asuransi menjamin untuk membayar sejumlah uang pertanggungan, jika terjadi risiko kematian pada Anda selama kontrak asuransi berlangsung . Jika tidak terjadi risiko kematian pada Anda selama masa asuransi berlangsung, maka tidak ada uang pertanggungan yang dibayar.

Selain itu pilihlah asuransi jiwa dengan kondisi yang paling fleksibel, dengan premi asuransi yang murah dan besarnya uang pertanggungan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda yang berubah sesuai dengan berjalannya waktu. Hindarilah membeli polis asuransi jiwa yang belum Anda mengerti karena berbagai perhitungan angka-angka ilustrasi dan investasi dan berbagai manfaat yang campur aduk yang malah membuat Anda makin bingung .

Kalau begitu asuransi jiwa jenis apa yang sebaiknya dipilih ? Akhirnya untuk memenuhi kebutuhan proteksi dengan pembayaran premi yang paling murah dan berdasarkan pertimbangan lain diatas , maka asuransi jiwa berjangka adalah jenis asuransi jiwa yang paling memenuhi kebutuhan keuangan keluarga terhadap risiko kerugian finansial akibat kematian. Buat sebagian besar orang atau keluarga pada umumnya, dimana alokasi penghasilan harus dibagi-bagi antara kebutuhan hidup saat ini , tabungan & investasi masa depan dan proteksi, maka besarnya proteksi haruslah sewajarnya jangan terlalu besar. Karena itu asuransi jiwa berjangka dengan pembayaran premi yang paling murah dibandingkan dengan jenis asuransi jiwa yang lain namun dengan manfaat proteksi yang maksimal bisa jadi pilihan yang terbaik.

Jumat, 20 Mei 2011

TIPS - Sepuluh Cara Berhemat

Ada sepuluh ide untuk melakukan penghematan dengan cara sederhana, yang mudah dilakukan tanpa harus menjadi pelit.

1. Bawa air minum
Membeli air minum dalam kemasan tak hanya menambah sampah plastik tapi juga memboroskan uang. Bayangkan, jika dalam sehari Anda membeli sebotol air minum dengan harga Rp 3000, dalam sebulan Anda menghabiskan Rp 90 ribu. Sebagai gantinya, belilah botol minum sendiri — yang bisa diisi ulang.
2. Membawa daftar belanjaan
Buatlah daftar belanjaan sebelum pergi berbelanja ke toko. Pastikan daftar Anda hanya berisikan barang-barang yang memang Anda butuhkan. Hanya barang yang masuk daftar yang boleh dibeli, lainnya tidak.
 3. Berjalan kaki lebih sering
Cobalah jalan kaki jika tujuan Anda cukup dekat. Kurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dan gunakan kendaraan umum. Anda juga bisa mencoba memberi tumpangan dengan teman yang searah. Informasinya bisa didapat melalui beberapa komunitas yang  berbagi kendaraan seperti www.nebeng.com.
4. Manfaatkan perpustakaan
Anda tidak perlu senantiasa membeli buku baru. Kunjungilah perpustakaan untuk mencari buku yang diperlukan.
5. Kurangi makan di luar
Usahakan memasak dan membawa bekal makan siang untuk di kantor. Memasak akan menghemat banyak biaya dibandingkan selalu makan di luar.
6.Jauhi ATM asing
Menarik uang dari bank selain bank Anda bisa menyebabkan pemotongan uang dari rekening. Jumlahnya bervariasi mulai dari Rp 3000 hingga Rp 20 ribu. Nilai ini nampaknya kecil, tapi bayangkan jumlah totalnya jika sering dilakukan.
7. Membuat kopi sendiri
Daripada membeli kopi mahal di kafe, lebih baik minum kopi buatan sendiri. Sedikit-sedikit mengirit lama-lama jadi bukit.
 8. Kurangi ke mal
Jalan-jalan ke mal bisa mendatangkan banyak godaan untuk membeli barang secara impulsif. Maka itu, lebih baik habiskan waktu libur dengan piknik ke taman atau museum.
 9. Manfaatkan kartu diskon
Beberapa toko menawarkan diskon bagi pelanggan yang punya kartu anggota. Manfaatkan hal ini dengan bijak. Awas, ini berbeda dengan membeli barang diskon yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
10. Daur ulang
Kreatiflah: ada banyak ide yang bisa dilakukan untuk mendaur ulang barang yang tak digunakan lagi. Misalnya, memadukan pakaian lama dengan baju lain sehingga menjadi lebih menarik.
Anda punya ide lain?